Ubi Cilembu, Ubi Madu, Ubi Ungu — Apa Bedanya
Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di lapak: ini ubi cilembu atau ubi madu?
Jawaban jujurnya, pertanyaan itu agak keliru dari awal. Karena keduanya bisa menunjuk ke barang yang sama, bisa juga tidak.
“Ubi madu” itu sebutan, bukan jenis
Ubi cilembu memang sering dijuluki ubi madu, karena saat dipanggang keluar cairan kental manis dari dalamnya. Julukan itu sudah lama beredar dan tidak salah.
Masalahnya, di pasar sebutan “ubi madu” juga dipakai untuk ubi jalar manis lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Sumedang. Bentuknya bisa lebih bulat, dagingnya bisa lebih kering, dan saat dipanggang belum tentu mengeluarkan cairan seperti itu.
Jadi kalau ada penjual menyebut barangnya ubi madu, dia belum tentu sedang menipu. Dia mungkin memang memakai istilah itu sebagaimana orang memakainya di pasar.
Yang bisa Anda tanyakan lebih berguna daripada berdebat istilah: dari mana barangnya.
Melihat bentuknya
Ubi cilembu umumnya memanjang, bukan bulat. Panjangnya bisa sampai sekitar dua puluh sentimeter, dengan permukaan kulit yang relatif halus.
Kulitnya berwarna krem kemerahan. Dagingnya saat mentah juga cenderung krem kemerahan, lalu berubah jadi kuning setelah matang.
Ubi jalar lain bentuknya lebih bermacam-macam — ada yang bulat, ada yang gemuk pendek. Warna dagingnya juga beragam, dari putih, kuning, sampai ungu pekat.
Ini bukan cara yang pasti. Ubi jalar jenis lain bisa saja kebetulan berbentuk panjang. Tapi untuk pengecekan cepat di depan karung, ini yang paling bisa dipakai.
Ubi ungu beda urusan
Ubi ungu sering ikut disebut dalam obrolan yang sama, padahal peruntukannya berbeda.
Dagingnya ungu pekat, rasanya manis tapi tidak selegit cilembu, dan teksturnya lebih padat. Yang menariknya justru warnanya — itu sebabnya ubi ungu banyak dipakai untuk kue, es krim, dan olahan yang butuh warna alami.
Kalau pelanggan Anda mencari ubi untuk dibakar dan dimakan langsung, ubi ungu bukan jawabannya. Kalau dia mencari bahan olahan berwarna, justru ubi ungu yang dicari.
Yang paling menentukan bukan namanya
Setelah bertahun-tahun, kesimpulan pedagang biasanya sama: yang menentukan hasil bukan nama yang tertulis di karung, tapi dari mana ubinya datang dan bagaimana ia dimasak.
Bibit bisa dibawa ke mana saja. Yang tidak bisa dipindahkan adalah tanah dan ketinggian tempat tumbuhnya. Dan bahkan ubi dari tempat yang sama pun hasilnya bisa berbeda antar panen — itu wajar untuk barang pertanian.
Kami sendiri gudangnya di Sumedang, dan siapa pun boleh datang melihat.
Butuh ubi Cilembu dalam jumlah besar?
Sebutkan kota tujuan dan perkiraan jumlahnya, kami balas dengan harga sekalian ongkos kirimnya.